Samarinda — Guru-guru dan Karyawan SMP Muhammadiyah 5 Samarinda turut ambil bagian dalam kegiatan Pengajian Penguatan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Samarinda. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis, 19 Februari hingga Sabtu, 21 Februari 2026, bertempat di Gedung Jenderal Sudirman Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Pengajian tersebut diikuti oleh guru, karyawan, dan staf dari SD Muhammadiyah 4 Terpadu Samarinda, SMP Muhammadiyah 5 Samarinda, SMA Istiqamah Muhammadiyah Samarinda, serta SD Muhammadiyah 6 Samarinda. Kegiatan ini menjadi wadah penguatan ideologi dan pemahaman keislaman bagi seluruh tenaga pendidik di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.


Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Samarinda, Drs. H. Jaswadi, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa seluruh guru Muhammadiyah wajib terus meningkatkan pemahaman terhadap Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai teladan dalam sikap, akhlak, dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PCM Samarinda Utara, Taufiq Rahman, S.Pd., yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pengajian AIK. Dalam pesannya, beliau menyampaikan bahwa AIK merupakan fondasi utama pendidikan Muhammadiyah. Melalui penguatan AIK, para tenaga pendidik diharapkan semakin memahami nilai-nilai tauhid, akhlak, integritas, serta semangat tajdid yang menjadi ciri khas gerakan Muhammadiyah.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan tujuh materi utama yang disampaikan oleh para pemateri berkompeten di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh Drs. H. Suyatman, S.Pd., M.M., M.Si. yang membahas tentang komitmen dalam bermuhammadiyah. Peserta diajak untuk memperkuat loyalitas dan konsistensi dalam berkhidmat di persyarikatan. Materi kedua dibawakan oleh Ust. Mujennih Mursaha, Lc., M.A., M.H. dengan tema Fiqih Ibadah Sholat dan Puasa. Dalam sesi ini dijelaskan secara rinci tata cara berwudhu, pelaksanaan sholat yang sesuai tuntunan, serta pemahaman mendalam mengenai ibadah puasa. Materi ketiga disampaikan oleh Ust. Machnun Uzni, S.I.Kom yang mengangkat tema kepemimpinan, profesionalitas dalam bekerja, serta integrasi antara pekerjaan dan ibadah. Pada materi keempat, Sekretaris PW Muhammadiyah Kalimantan Timur, Ir. H. Amir Hady, menyampaikan materi mengenai Ideologi Muhammadiyah. Peserta diajak memahami prinsip-prinsip dasar perjuangan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan tajdid. Materi kelima disampaikan oleh Ust. Arip Saripuddin, S.Pd.I., M.A., Ph.D. yang membahas metodologi memahami Islam melalui Manhaj Tarjih Muhammadiyah. Penjelasan ini memberikan pemahaman tentang cara pengambilan hukum dan sikap tarjih dalam menjawab persoalan keislaman. Materi keenam dibawakan oleh Ust. Lukman Hakim, Lc., M.Pd. yang mengupas tentang Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT), termasuk urgensi penyatuan kalender hijriyah dalam konteks umat Islam global. Sementara itu, materi ketujuh disampaikan oleh H. Miswan Thahadi, S.Pd.I., M.Pd.I. dengan tema fiqih zakat kontemporer. Materi ini membahas dinamika pengelolaan zakat di era modern serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Melalui kegiatan Pengajian Penguatan AIK ini, diharapkan seluruh guru SMP Muhammadiyah 5 Samarinda dan satuan pendidikan Muhammadiyah lainnya semakin kokoh dalam pemahaman ideologi, mantap dalam akidah, serta profesional dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Penguatan AIK menjadi bagian penting dalam membentuk karakter guru yang berintegritas, berilmu, dan berakhlak mulia, sejalan dengan visi pendidikan Muhammadiyah.

