Samarinda — SMP Muhammadiyah 5 Samarinda menyelenggarakan Forum Ta’aruf dan Orientasi Santri atau Fortasi bagi santri baru tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung pada 7 hingga 11 Juli 2026 tersebut menjadi langkah awal bagi para santri untuk mengenal lingkungan sekolah dan Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Samarinda. Fortasi merupakan kegiatan perkenalan dan orientasi yang dirancang untuk membantu santri baru beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang akan menjadi tempat mereka belajar dan menjalani kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, para santri diperkenalkan dengan lingkungan pondok, budaya sekolah, tata tertib, kebiasaan ibadah, kedisiplinan, serta nilai-nilai yang diterapkan di SMP Muhammadiyah 5 Samarinda.
Rangkaian Fortasi diawali dengan kedatangan para santri baru pada Selasa, 7 Juli 2026. Dengan didampingi oleh orang tua masing-masing, para santri mulai memasuki lingkungan pondok dan mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan pendidikan sekaligus pembinaan di Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Samarinda.
Kedatangan santri baru menjadi momentum yang penuh kebahagiaan sekaligus haru bagi para orang tua. Pada hari tersebut, para santri mulai berpisah sementara dengan keluarga dan belajar menjalani kehidupan yang lebih mandiri, disiplin, serta bertanggung jawab di lingkungan pondok pesantren. Bersamaan dengan kedatangan santri baru, SMP Muhammadiyah 5 Samarinda juga menggelar pertemuan bersama para orang tua santri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Istiqamah SMP Muhammadiyah 5 Samarinda dan menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi antara pihak pondok, sekolah, dan keluarga santri.
Pertemuan orang tua dibuka dengan sambutan dari Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Samarinda Utara, Bapak Taufiq Rahman, S.Pd. Dalam sambutannya, Bapak Taufiq Rahman memberikan dukungan dan arahan kepada para orang tua serta santri baru yang akan memulai proses pendidikan di lingkungan SMP Muhammadiyah 5 Samarinda.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala SMP Muhammadiyah 5 Samarinda, Bapak Agus Toto Suriyanto, S.Pd., M.M. Pada kesempatan tersebut, Bapak Agus Toto Suriyanto menyambut kedatangan para santri baru dan orang tua sekaligus memperkenalkan lingkungan pendidikan yang akan menjadi tempat para santri belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensinya. Selanjutnya, Direktur Istiqamah Muhammadiyah Boarding School, Bapak Drs. H. Jaswadi, M.Si., menyampaikan sambutan mengenai penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan santri di lingkungan IMBS. Bapak Drs. H. Jaswadi menjelaskan pentingnya sinergi antara pihak pondok, sekolah, dan orang tua dalam mendampingi perkembangan akademik, keislaman, akhlak, serta kemandirian para santri. Rangkaian sambutan kemudian dilanjutkan oleh Bidang Kesantrian, Ustadz Arip Saripudin, S.Pd.I., M.A., Ph.D. Ustadz Arip Saripudin memberikan penjelasan mengenai kehidupan santri di lingkungan pondok, pola pembinaan, kedisiplinan, serta proses pendampingan yang akan diterapkan selama para santri mengikuti pendidikan.
Pertemuan orang tua menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Fortasi karena memberikan pemahaman awal mengenai sistem pendidikan dan kehidupan di pondok pesantren. Melalui kegiatan tersebut, para orang tua diharapkan dapat memahami program pembinaan yang akan dijalani oleh putra-putrinya sekaligus mendukung proses pendidikan dari lingkungan keluarga. Selama lima hari pelaksanaan Fortasi, para santri baru mengikuti proses pengenalan lingkungan pondok dan sekolah. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan agar para santri mengetahui tempat dan fasilitas yang tersedia, tetapi juga membantu mereka memahami nilai kebersamaan, tanggung jawab, kedisiplinan, kemandirian, serta adab dalam menjalani kehidupan sebagai seorang santri.
Fortasi juga menjadi ruang awal bagi para santri untuk saling mengenal dan membangun persaudaraan. Santri yang berasal dari berbagai latar belakang dipertemukan dalam satu lingkungan pendidikan sehingga diharapkan dapat membentuk hubungan yang harmonis, saling menghargai, serta saling membantu selama menjalani kehidupan di pondok.
Pelaksanaan Fortasi tahun 2026 menjadi awal perjalanan pendidikan bagi santri baru SMP Muhammadiyah 5 Samarinda. Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan mampu beradaptasi dengan baik dan memiliki kesiapan untuk mengikuti seluruh program pembelajaran serta pembinaan yang telah disiapkan oleh sekolah dan pondok pesantren.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman yang ditanamkan sejak awal, SMP Muhammadiyah 5 Samarinda berharap para santri baru dapat tumbuh menjadi generasi yang kokoh dalam keimanan, berakhlak mulia, mandiri, disiplin, berilmu, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.