Makassar – Di sela-sela pelaksanaan OlympicAD 8 Makassar Tahun 2026, rombongan SMP Muhammadiyah 5 Samarinda mengikuti rangkaian city tour sebagai bagian dari penguatan wawasan sejarah dan kebangsaan. Agenda ini diikuti oleh para santri peserta OlympicAD 8 bersama guru dan staf pendamping.
Rombongan dipimpin oleh Ketua PCM Samarinda Utara, Bapak Taufiq Rahman, S.Pd., serta didampingi oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen & PNF Wilayah Kalimantan Timur, Bapak Reza Zakaria, M.Kom., dan Direktur Pondok Pesantren Istiqamah Samarinda Bapak Drs. H. Jaswadi, M.Si., Serta guru dan Staff SMP Muhammadiyah 5 Samarinda. Kehadiran para pimpinan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pembinaan santri, baik dalam aspek akademik, kompetisi, maupun penguatan karakter melalui pengalaman belajar langsung di lapangan.
Destinasi pertama dalam rangkaian city tour ini adalah Museum Balla Lompoa yang terletak di Sungguminasa, Kabupaten Gowa. Bangunan bersejarah ini dulunya merupakan istana Kerajaan Gowa sebelum kemudian difungsikan sebagai museum. Di dalamnya tersimpan berbagai peninggalan kerajaan, seperti senjata tradisional, pakaian kebesaran raja, perlengkapan adat, serta benda-benda pusaka lainnya. Para santri tampak antusias menyimak penjelasan mengenai sejarah kejayaan Kerajaan Gowa dan nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar. Monumen ini dibangun untuk memperingati kembalinya Irian Barat ke pangkuan NKRI pada tahun 1962. Makassar dipilih sebagai lokasi pembangunan karena kota ini menjadi markas utama pasukan pembebasan Irian Barat. Dari sinilah pergerakan perjuangan dimulai. Para santri mendapatkan penjelasan bahwa perjuangan merebut Irian Barat dari tangan Belanda tidaklah mudah, sebab berbagai upaya perundingan selama bertahun-tahun tidak membuahkan hasil sebelum akhirnya Indonesia berhasil menegakkan kedaulatannya.


Destinasi berikutnya adalah Benteng Rotterdam, salah satu benteng bersejarah yang dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke X yang masih berdiri kokoh hingga kini. Benteng ini memiliki bentuk menyerupai penyu yang sedang merayap menuju laut. Awalnya benteng ini merupakan milik Kerajaan Gowa dan memiliki nama awal Benteng Ujung Pandang. Namun setelah VOC memaksa kerajaan Gowa menandatangani Perjanjian Bongaya pada tahun 1667, benteng ini diambil alih oleh Belanda dan diberi nama Fort Rotterdam. Dari sekitar 17 benteng yang dahulu berdiri di Makassar, sebagian besar telah dihancurkan, dan Benteng Rotterdam menjadi salah satu yang tersisa sebagai saksi perjalanan sejarah penjajahan di Sulawesi Selatan. Di kompleks Benteng ini kini terdapat Museum La Galigo yang di dalamnya terdapat banyak referensi mengenai sejarah kebesaran Makassar (Gowa-Tallo) dan daerah-daerah lainnya yang ada di Sulsel. Terdapat berbagai peninggalan kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa di Sulawesi Selatan seperti Kerajaan Luwu, Bone, Gowam Sawitto, dan Wajo. Di dalam Fort Rotterdam ini juga, kita dapat menyaksikan dari dekat saksi sejarah tempat penjara Pangeran Diponegoro selama diasingkan
Dalam kesempatan ini, Ketua PCM Samarinda Utara Bapak Taufiq Rahman, S.Pd. menyampaikan bahwa city tour ini memberikan nilai edukatif yang sangat penting bagi para santri. “Kami ingin momentum keikutsertaan dalam OlympicAD tidak hanya diisi dengan kompetisi, tetapi juga dengan penguatan wawasan sejarah. Dengan melihat langsung bukti-bukti perjuangan bangsa, para santri akan lebih memahami arti pengorbanan dan semangat persatuan,” ujar beliau.
Beliau juga menambahkan bahwa pengalaman belajar langsung di lokasi bersejarah akan meninggalkan kesan mendalam. “Harapannya, setelah kembali ke Samarinda, para santri membawa semangat baru, tidak hanya untuk berprestasi, tetapi juga untuk menjadi generasi yang mencintai sejarah dan bangsanya,”.
Melalui rangkaian city tour tersebut, para santri SMP Muhammadiyah 5 Samarinda memperoleh pengalaman berharga yang memperkaya pengetahuan, memperluas wawasan kebangsaan, serta menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia dalam momen keikutsertaan mereka pada OlympicAD 8 Makassar Tahun 2026.

