Menabung dari Uang Jajan, Santri SMP Muhammadiyah 5 Samarinda Berhasil Berkurban Kambing

Samarinda — Semangat berkurban di kalangan santri kembali ditunjukkan oleh salah satu santri SMP Muhammadiyah 5 Samarinda. Shovy Naila Nasyitha binti Yayan Sudaryanto, santri kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Samarinda, berhasil mewujudkan niatnya untuk berkurban seekor kambing pada Hari Raya Idul Adha setelah secara konsisten menyisihkan uang jajannya selama menjalani pendidikan di sekolah.

SMP Muhammadiyah 5 Samarinda telah lama membiasakan para santrinya untuk melaksanakan puasa sunnah Senin dan Kamis sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman. Untuk mengoptimalkan manfaat dari pembiasaan tersebut, sejak tahun ajaran 2024/2025 sekolah menginisiasi program menyisihkan uang jajan pada hari-hari puasa, di mana para santri didorong untuk menabung uang yang biasanya digunakan untuk membeli makanan dan minuman. Program ini bertujuan menanamkan sikap hemat, disiplin, serta membangun kesadaran berbagi sejak dini. Melalui program tersebut, Shovy Naila Nasyitha tercatat sebagai santri pertama yang berhasil mengumpulkan tabungan hingga mencapai Rp3.520.000, yang kemudian digunakan untuk membeli seekor kambing kurban sebagai wujud nyata hasil dari kesabaran, konsistensi, dan semangat beribadah yang telah dibangunnya selama mengikuti program tersebut.

Keberhasilan Shovy dalam melaksanakan ibadah kurban menjadi inspirasi bagi sesama santri. Uang yang digunakan untuk membeli hewan kurban tersebut berasal dari tabungan pribadi yang dikumpulkan sedikit demi sedikit dari uang jajannya. Kebiasaan berpuasa sunnah Senin dan Kamis yang menjadi salah satu program pembinaan karakter di SMP Muhammadiyah 5 Samarinda turut membantu proses menabung tersebut. Pada hari-hari puasa, uang jajan yang biasanya digunakan untuk membeli makanan dan minuman disimpan dalam tabungan khusus hingga terkumpul cukup untuk membeli seekor kambing kurban.

Melalui ketekunan dan kedisiplinannya, Shovy membuktikan bahwa semangat berbagi dan beribadah tidak harus menunggu dewasa atau memiliki penghasilan sendiri. Dengan tekad yang kuat dan pengelolaan keuangan yang baik, seorang pelajar pun dapat berpartisipasi dalam ibadah kurban yang memiliki nilai sosial dan spiritual yang tinggi.

Ayahanda Shovy, Bapak Yayan Sudaryanto, menyampaikan rasa syukur, bahagia, dan bangga atas pencapaian putrinya tersebut. Menurutnya, keberhasilan Shovy menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dan pembiasaan ibadah yang diterapkan di lingkungan sekolah maupun pesantren mampu menumbuhkan kesadaran beramal sejak usia dini.

“Saya merasa sangat senang dan bangga melihat anak saya mampu menyisihkan uang jajannya sendiri hingga akhirnya bisa berkurban. Ini menjadi pelajaran berharga bahwa jika memiliki niat yang kuat dan motivasi yang tinggi, insyaallah apa yang dicita-citakan dapat terwujud. Bersedekah atau berkurban tidak harus menunggu kaya, tetapi dimulai dari kemauan untuk berbagi dan konsisten menyisihkan sebagian rezeki yang dimiliki,” ungkap Bapak Yayan.

Apresiasi juga disampaikan oleh Direktur Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Samarinda, Bapak Drs. H. Jaswadi, M.Si. Beliau menilai keberhasilan Shovy merupakan contoh nyata hasil pembinaan karakter yang selama ini dikembangkan di lingkungan SMP Muhammadiyah 5 Samarinda. Menurut Beliau, program pembiasaan menyisihkan uang jajan yang diterapkan di SMP Muhammadiyah 5 Samarinda memiliki dampak yang sangat positif dalam membentuk karakter hemat, disiplin, dan peduli terhadap sesama. Bapak Direktur berharap kisah Shovy dapat menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk mulai belajar menabung dan mempersiapkan diri agar dapat berpartisipasi dalam ibadah kurban pada tahun-tahun mendatang.

“Kami sangat mengapresiasi semangat yang ditunjukkan oleh Shovy. Ini adalah contoh yang sangat baik bagi seluruh santri. Melalui kebiasaan menyisihkan sebagian uang jajan, para santri dapat belajar tentang perencanaan keuangan, kesabaran, dan keikhlasan dalam berbagi. Semoga pada tahun depan semakin banyak santri SMP Muhammadiyah Samarinda yang dapat mengikuti jejak ini dan turut berpartisipasi dalam ibadah kurban,” ujar beliau.

Kisah Shovy Naila Nasyitha menjadi bukti bahwa nilai-nilai keislaman yang ditanamkan melalui pembiasaan ibadah sehari-hari dapat melahirkan generasi yang peduli, mandiri, dan memiliki semangat berbagi. Dari uang jajan yang disisihkan sedikit demi sedikit, lahirlah sebuah keteladanan yang menginspirasi, sekaligus mengajarkan bahwa ibadah kurban dapat diwujudkan oleh siapa saja yang memiliki tekad dan kesungguhan dalam beramal.

Semangat berkurban di lingkungan SMP Muhammadiyah 5 Samarinda tidak hanya ditunjukkan oleh para santri, tetapi juga oleh para guru dan karyawan. Pada pelaksanaan kurban tahun ini, keluarga besar SMP Muhammadiyah 5 Samarinda turut berpartisipasi dengan menghimpun dua kelompok kurban sapi. Kelompok kurban tersebut merupakan gabungan dari Direktur Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Samarinda, Drs. H. Jaswadi, M.Si., Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Samarinda Utara Bapak Taufiq Rahman, S.Pd, Kepala SMP Muhammadiyah 5 Samarinda Bapak Agus Toto Suriyanto, S.Pd., M.M. serta para guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 5 Samarinda.

Partisipasi tersebut menjadi wujud nyata kebersamaan dan semangat gotong royong dalam menjalankan syariat Islam. Melalui kurban bersama, para pendidik tidak hanya memberikan teladan dalam beribadah, tetapi juga menunjukkan kepada para santri pentingnya berbagi rezeki dan kepedulian terhadap sesama. Kehadiran dua kelompok kurban sapi tersebut semakin menambah semarak pelaksanaan Idul Adha di lingkungan Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Samarinda sekaligus memperkuat nilai-nilai ukhuwah dan kebersamaan yang selama ini ditanamkan kepada seluruh warga sekolah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *